Kamis, 11 Januari 2018

Sudah takdir

Entahlah, rasa apa lagi ini. Sakit, kecewa, marah, sedih, tercampur aduk menjadi satu.
Kamu memilih menjauh untuk waktu yang terbilang cukup lama. Sakit? Memang, ini sakit sekali. Ingin aku marah? Tadi marah kepada siapa? Ini yang sudah kau pilih. Ini sudah menjadi takdir, ini sudah menjadi nasib.

#Days1
#30DWC
#OneDayOnePost

Sabtu, 06 Januari 2018

Semoga terkesan


Kelas Fiksi ODOP 😍

Di mana tempat aku menemukan keluarga yang baru. Mereka semua keren, mereka hebat, mereka selalu membuat perasaan bahagia, dan mereka mengajarkan segala hal yang terbaik. Entahlah, disebut apa tulisan abstrak ini, tulisan yang tidak ada bentuk sama sekali. Tapi mau bagaimana lagi? Aku hanyalah orang awam yang haus akan pelajaran.

Aku menyayangi mereka, sungguh. Mas Wakhid, Mas Yoga, Mbak Wiwid, Mbak Sakifah, Mas Dwi, dan semuanya yang susah jika ditulis satu per satu karena akan membutuhkan banyak tempat hahaha ~. Mereka hebat, keren, asik, tempat curhat yang nyaman, dan selalu menabur ilmu. Mereka memotivasi untuk selalu belajar lagi dan lagi. Walau kadang suka kesal dengan tingkah Mas Wakhid yang selalu mengejek dengan sebutan "bocah ingusan", tapi mau bagaimana lagi? Itu semua benar adanya.

Kalau disuruh mengasih kritik sih mungkin tidak ada, hanya ada saran kecil yang mungkin tidak ternilai, karena ini kecil sekali hahahahaha~. Sarannya, mungkin agar para PJ memberi kritik dan saran untuk setiap tantangan yang diberikan kepada anggota saja sih, agar anggota bisa belajar lagi kesalahan dan terus belajar lagi dan lagi. Mungkin itu saja.

Pesannya : Semoga kita selalu kompak, menggali ilmu bersama, dan jangan selalu bilang aku "bocah ingusan" lelah hayati adek bang hahahaha~

#TantanganODOPFiksi9

Jumat, 05 Januari 2018

Dimana?


Aku berjalan di antara lautan manusia yang hilir-mudik menyibukkan diri. Manusia yang menjejaki bumi pertiwi, namun seolah tidak peduli dengan keadaan dunia saat ini.
Dimana keadilan ? Manusia tidak lagi peduli terhadap sesama. Mereka hanya angkuh dan bersikap seolah semuanya tidak ada yang berubah.

Dimana kemanusiaan? Dimana kekeluargaan? Setelah perang, kini krisis kemanusiaan menyerang.

#TantanganODOP8

Kamis, 04 Januari 2018

Review novel Ilana Tan - Summer In Seoul


Judul : Summer in Seoul
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia
Tebal : 280 halaman
Genre : Fiksi – Roman – Young Adult

Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kau mau memberitahuku?” – Jung Tae Woo

“Kenapa aku harus memberitahumu?” -  Sandy

“Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu,” – Jung Tae Woo


Saya suka korea, juga sangat menyukai novel. Dan jika kalian bertanya bacaan apa yang paling kusuka, maka aku akan menjawab novel yang mengambil latar belakang negeri Ginseng tersebut. Jika kalian bertanya, kenapa aku merensensi novel ini, maka jawabannya adalah karena ini adalah kriteria novel yang paling suka dibaca anak muda jaman sekarang. Termasuk saya!



"Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku" kata Jung Tae-Woo pada gadis dihadapannya.

"Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat."

Ini menarik, terka saya saat membaca sinopsis yang terdapat di cover belakang novel. Hanya satu harapan Sandy untuk sebuah keputusan yang bisa dibilang cukup nekat ini ia hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya untuk terlibat dengan Jung Tae-Woo. Tanpa mengetahui kebenaran kisah empat tahun yang lalu, Sandy dan Tae-Woo melewati musim panas sebagai sepasang kekasih.

 “Kalau tidak salah, beberapa hal yang bisa membuatmu bahagia adalah mendengarkan musik, makan keripik kentang, bunga, kembang api, hujan, dan bintang. Aku benar, kan?”

Cerita dalam buku ini dituturkan dengan manis—apa yang bisa diragukan dari karya Ilana Tan? Hanya saja terkuaknya rahasia “empat tahun lalu” yang harusnya jadi fokus utama, baru muncul di seperempat bab terakhir. Meski sejak awal kita sudah diberi klu-klu yang memancing penasaran, sih.

Saya menangkap, Ilana Tan lebih suka membuat hubungan asmara dua tokoh utama selalu aman-damai-sentosa-sejahtera (lol). Pun dalam buku ini. Meskipun ada cerita tentang “empat tahun lalu” maupun kehadiran orang ketiga, hubungan dua tokoh utama masih tetap baik-baik saja. Padahal saya sudah membayangkan klimaks yang diisi dengan pertengkaran-pertengkaran sebelum akhirnya mereka dapat kembali menemukan kepercayaan satu sama lain. Well, saya berharap bisa menemukannya pada tiga buku tetralogi yang lain

Eksplor Koreanya juga terasa kurang. Penjelasan saat adegan di Apgeujong-dong—yang juga sedikit menyinggung Myeong-dong—hanya sebatas informasi kecil yang saya rasa setiap orang bisa menemukannya di internet. Dan satu hal lagi, jika saya menjadi Kang YoungMi, sekalipun itu dengan sahabat saya sendiri, rasanya saya tidak akan setenang itu jika idola yang saya sukai memiliki pacar hahaha~

Tapi kekurangan-kekurangan di atas tidak akan terlalu diambil pusing jika kalian benar-benar penggemar berat karya Ilana Tan. Toh “Summer In Seoul” ini tetap karya yang manis. Cocok untuk pembaca mulai dari remaja—tanpa ciuman atau adegan dewasa lain—dan bisa dinikmati oleh kalian yang gemar dengan genre roman namun tidak mau emosinya dibuat naik-turun ala rollercoaster.


Jung Tae-Woo, sosok yang romantis dan penuh perhatian. itulah yang bisa ditangkap oleh nalar saya mengenai sosok itu. Sebuah skandal akhirnya terkuak, bukti bahwa sosok Sandy kini diketahui oleh publik dan tentang  kejadian empat tahun yang lalu, yang membuat Jung Tae-Woo menghindari dunia Showbiz untuk beberapa saat. Sandy dan Jung Tae-Woo benar-benar pasangan serasi. Terkuaknya rahasia kelam diantara mereka, membuat mereka harus menjaga jarak untuk sementara waktu. Hanya sementara hingga mereka bisa menerima keadaan dan mengatur hati masing-masing. Tae Woo disibukkan dengan Jadwal tour dan Sandy kembali ke Jakarta, Indonesia.


Dan sekali lagi, suatu kejadian menguji cinta mereka, Sandy mengalami kecelakaan saat hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta, dan alhasil ia pun harus dirawat di rumah sakit.


My best moment : Saat Sandy tengah terbaring lemah, kehilangan kesadarannya.

Laki-laki itu menghela napas berat. Ia menatap wajah Sandy dan saat itu Tara mendengar laki-laki itu berbisik, “Saranghae...” Kerongkongan Tara tercekat dan entah kenapa air matanya bergulir turun. Yang membuat Tara tersentuh adalah cara laki-laki itu mengucapkannya: dengan segenap perasaan, seolah-olah tidak lagi punya tenaga untuk mengucapkan kata-kata lain. Tara tidak bisa berbahasa Korea, tapi ia tahu arti kalimat barusan. Aku mencintaimu....

Yang belum baca, ayo buruan baca buku ini. Dijamin gak akan menyesal, karena buku ini sangat-sangat keren!

#TantanganRCO #TantanganLevel2 #Review

Senin, 01 Januari 2018

Aku mencintai komunitas ini

Ini yang terindah dan teristimewa, jadi aku memilih menulis tulisan ini satu-satunya

Dari dulu memang suka sekali dengan yang namanya baca novel, bahkan buku yang tebalnya beratus-ratus halaman pun selesai dalam sekali baca.
Sebenarnya dulu tidak pernah berniat untuk jadi penulis dan tidak pernah memimpikan hal itu, cukup menjadi penikmat novel saja. Tapi, gagasan itu musnah sudah, disaat aku melihat salah satu anggota ODOP yang tidak lain dan tidak bukan adalah guru bk aku sendiri, menginformasikan bahwa pendaftaran ODOP batch 4 dibuka serta ada tertulis profil komunitasnya disana, aku jadi tertarik hanya untuk mencoba-coba saja. Tapi, setelah gabung, aku merasa seperti itu adalah sebuah kebutuhan, membaca adalah kebutuhan, menulis adalah kebutuhan.
Aku ikuti seleksi dengan semangat yang menggebu-gebu dan ternyata setelah beberapa bulan akhirnya aku lulus juga.
Terima kasih Tuhan atas segala nikmat nya 😇

#TantanganFiksi7

Resolusi


Apa sih resolusi yang ingin kamu capai ditahun 2018?

Jawaban aku pribadi sih sederhana saja, aku ingin menjadi yang terbaik dari tahun-tahun yang sebelumnya. Karena apa? Karena kita harus berkembang menjadi yang lebih baik lagi, lagi, dan lagi.

Keluarga kami selalu harmonis, tidak ada isu-isu yang tidak mengenakan hati.

Apa yang aku impikan di tahun 2017 yang tidak sempat tercapai, dapat tercapai di tahun ini.

Nilai ulangan semester genap ini bisa sesuai dengan kehendak.

Dan yang terakhir, semoga komunitas ODOP semakin oke, besar, dikenal semua orang, pokoknya yang terbaik untuk komunitas kesayangan ini 😍

#TantanganODOP7

Bumi hancur


Setelah kejadian itu terjadi, kejadian yang mematikan, kejadian ganas, kejadian yang tidak berbelas kasihan itu memakan hampir semua penduduk dimuka bumi ini, menyisakan dunia yang hancur terombang-ambing, menyisakan derita dan kesusahan untuk manusia yang tertinggal.

"KIAMAT" itulah kejadian yang menimpa mereka, kejadian yang membuat ngeri semua orang yang tertimpa. Itulah hal yang mereka takuti dari dulu, kini terjadi sudah. Derita dimana-mana, dunia bagai lautan darah, isak tangis orang yang masih hidup terdengar dari mana-mana, suara isakan tangis yang amat menyanyat hati. Mau tidak mau mereka harus menerima kenyataan, mereka harus ikhlas dengan keadaan.

Dunia ini kelabu, dunia ini hancur sehancur-hancurnya. Tidak ada yang tersisa selain manusia-manusia yang menderita. Semua bangunan rata dengan tanah. Lantas bagaimana nasib manusia yang tertinggal ini?
Nasib manusia-manusia yang kehilangan segalanya, mereka yang kehilangan keluarganya.
Betapa hancur nya hati mereka, betapa remuk nya jiwa mereka.
Tapi, mereka segera bangkit, mengharapkan sesuatu yang tersisa. Meraka bertahan hidup, hidup dalam segala keterbatasan yang ada. Mau bagaimana lagi? Jalannya sudah seperti ini.

Hidup dalam kesusahan itu tidaklah gampang, apalagi dengan segala kebutuhan yang mendadak langka dan mahal harganya. Mereka menderita, sangat menderita. Bagaimana caranya mencari penghasilan di dunia yang terombang-ambing tidak karuan. Mereka ingin lari, tapi mereka lari kemana? Seluruh dunia ini sudah hancur. Bertahan hidup dalam dunia yang seperti ini tidaklah menyenangkan, apalagi mejadi orang yang tertinggal, susah sekali!.

Sangatlah susah, perekonomian melambung tinggi setinggi-tingginya. Satu mata uang, satu agama, satu pemerintahan. Apapun mereka, darimanapun asal mereka, tapi mereka harus terima. ANTIKRIS mulai muncul untuk orang-orang yang tertinggal, menambah penderitaan mereka. Mereka tidak boleh belanja jika tidak mempunyai tanda 666, tanda ANTIKRIS. Dunia ini semakin hancur, hancur!.

Semuanya terjadi sebentar lagi. Sebelum bait ketiga dibangun, akan terjadi pengangkatan dan jika kita sudah mendengar bahwa bait ketika itu sudah dibangun, itu artinya kita adalah orang yang tertinggal.

Kemudian terdengar suara bunyi guruh : "Mari!"
Dan aku melihat: sesungguhnya ada seekor kuda putih dan orang yang  menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan. Kuda putih ini adalah pemimpin ANTIKRIST yaitu LOSIFER dan kemudian ketika metrai kedua terbuka aku mendengar makhluk yg kedua berkata : "Mari!"
Dan majulah seekor kuda lain ,seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi sehingga mereka saling membunuh dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yg besar. Jadi kuda merah ini menggambarkan ketika orang yg benar malah disalahkan dan orang yg salah dibenarkan. Sehingga di bumi tidak ada lagi damai dan meterai yang ketiga terbuka aku mendengar makluk yabg ketiga berkata  : "Mari!"
Dan terlihat seekor uda hitam dan orang yg menungganginya memegang sebuah timbangan ditangannya. Kuda ini yg menggambarkan perekonomian mendadak tinggi -sedinar, sejumput-,upah orang kerja satu hari hanya akan mendapatkan sejumput makanan, dan kemudian terdengar seperti ada suara ditengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Sepucuk gandum sedinar dan tia cupak jelai sedinar tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu"
Dan terbuka metrai yg keempat terdengar suara makluk yg ke-4 berkata : "Mari!" dan terlihat ada seekor kuda hijau kuning dan orang yg menungganginya bernama maut dan kerajaan maut mengikutinya dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang dan kelaparan dan sampar dan dengan binatang binatang buas dibumi.
Dan meterai yg ke-5 dibuka terlihat dibawah mezbah jiwa-jiwa mereka yg telah terbunuh oleh karena firman Bapa dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki dan mereka berseru dengan suara nyaring katanya : "Berapa lamakah lagi, ya penguasa yg kudus dan benar engkau tidak membalaskan darah kami kepada mereka yg diam dibumi?" dan kepada mereka diberikan sehelai jubah putih dan kepada mereka dikatakan bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka yang akan dibunuh sama seperti mereka. Dan ketika metrai yg ke-6 terbuka terjadi gempa,bumi yg dasyat dan matahari hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah bagaikan darah. Dan binatang langit berjatuhan bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah apabila ia digoncang angin yang kencang. Maka menysutlah langit bagaikan gulungan kitab yg digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

#TantanganODOP7 #GenreFantasi