Kamis, 19 April 2018

Andai aku jadi Ayla


Saya memilih novel The Perfect Husband yang ditulis oleh Indah Riyana, kenapa? Karena saya gemas dengan sosok Ayla di novel ini.

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Ayla yang dijodohkan sejak kecil dengan lelaki bernama Arsen. Awalnya dia sangat membenci Arsen, tapi pada akhirnya dia lah yang tidak bisa jauh dari Arsen. Ayla tidak pernah menghargai perasaan Arsen, tidak pernah menghormati Arsen dan selalu semena-mena dengan Arsen.

Aku disini ingin berada di posisi Ayla, karena sosok Ayla yang selalu menjadi pusat perhatian saya disini.

Jika saya menjadi Ayla, saya akan mencintai Arsen seumur hidup saya, menghormati Arsen layaknya suami saya, dan Arsen betah berdekatan dengan saya. Pokoknya saya akan menjadi istri terbaik bagi Arsen.

Tapi... Ini hanyalah hayalan semata 😭😭

#TantanganTingkat2 #RCO'3 #ODOP

Kamis, 12 April 2018

Blog Pakde Walimin

Setelah tadi bersusah payah menulis sampai melawan kantuk, ternyata salah blog wkwk πŸ˜…
Ternyata aku kebagian blog pakde Walimin.

Pakde Walimin menurutku memang sosok yang keren, hebat, dan saya adalah salah satu pembaca gelap di blog pakde ini *ampun pakde πŸ™

Langsung saja, menurutku blog pakde walimin ini bagus sekali, tulisan-tulisan yang dikemas dengan menarik, simple, dan di dalamnya ternyata banyak ajaran-ajaran agama untuk anak-anak muda, itu adalah salah satu nilai + untuk blog ini.

Sekian dulu ya pakde untuk review ku malam ini, mohon maaf jika kurang berkenan dan lancang mereview blog pakde padahal blogku aja belum karuan. Tapi mau gimana lagi pakde, ini adalah tantangan untuk menambah poin. Sekali lagi, maaf pakde πŸ™

#TugasBonusRCO'3
#Tingkat2

Review blog milik guru BK

Kenapa lebih milih blog ibu guru sendiri? Ya sengaja aja lah hahahaha
Bu Lia Atis Sasmitha atau Sasmitha A. Lia ini adalah guru BK yang super duper galak kalau dengan anak-anak yang bermasalah, kalai denganku? Tentu saja tidak πŸ˜‚

Bu Lia ini yang awalnya nyaranin untuk masuk ODOP batch 4, dan akhirnya aku ikuti saja 😜
Awalnya aku kira bu Lia ini anggota ODOP batch 3, eh ternyata setelah di teliti lebih lanjut, ternyata anggota ODOP batch 2. Tempat curhat yang nyaman, tempat pinjam novel-novel bagus, dan tempat menyimpan banyak rahasia, rasanya bu Lia ini sudah melebihi guru BK bagiku, dia adalah ibu kedua yang selalu memperhatikanku.

Aku rasa basa-basinya cukupkan dulu, kita masuk ke inti tulisan ini.

Kebetulan RCO'3 mengeluarkan tugas bonus yang akan menambah poin untuk tingkat ini, dan aku memilih review blog bu Lia.
Singkat saja, blog bu Lia ini menurutku rapi sekali, dengan tata yang menarik, template yang menarik juga, serta tulisan-tulisan yang memanjakan para pembaca setianya.
Tulisan yang sangat oke sesuai dengan umurnya yang sudah lumayan matang, begitu juga dengan isi blog ini. Tulisan-tulisan yang dikemas dengan menarik dan membuat pembaca enggan berhenti membaca jika belum selesai.

Aku kira cukup dulu review kali ini, walau sebenarnya merasa tidak pantas karena blog saya sendiri jauh dari kata sempurna, dan saya menyadari, kesempurnaan hanya dimiliki Tuhan Yang Maha Esa.

#TantanganBonusRCO'3
#Tingkat2

Senin, 02 April 2018

Alasan mengikuti RCO'3

Apa sih alasan saya mengikuti Reading Challenge ODOP '3?

Itu adalah pertanyaan yang sangat mudah bagi saya, kenapa? Karena jawabannya sangat jelas, mungkin sama dengan apa yang dipikiran teman-teman semua.

Simple, alasan saya mengikuti RCO ini karena memang saya ingin mempertahankan serta mengembangkan mood membaca saya. Mungkin dulu saya hanya mampu membaca 150 halaman dalam sehari, kini bisa mencapai 300 halaman dalam sehari, semoga saja.

Seperti yang pernah om Wakhid Samsyudin  katakan "Kalau mau nulis dengan baik, perbanyak baca. Keduanya satu, tak terpisahkan. Kecuali kamu setuju kalau jomblo gak bakalan dapat jodoh".

Jelas, bukankah membaca adalah modal untuk menjadi seorang penulis? Kita dapat belajar dari buku-buku yang kita baca, belajar menulis dengan baik dan benar agar tulisan yang kita buat akan semakin indah.

Jadi, banyak-banyaklah membaca, karena, tanpa membaca, hidup kita tidak ada apa-apanya.

#TantanganTingkatI #RCO'3 #ODOP

Jumat, 23 Februari 2018

Mengapa aku harus menjadi Suku Dayak?


"Mah, kenapa sih orang dayak itu selalu percaya dengan hal-hal gaib? Ini kan sudah zaman modern, masih aja percaya sama begituan"

"Key, jaga omonganmu! Dikutuk kau, baru tau rasa!" Ibu kay marah, namun ia menahan untuk tidak teriak, karena takut terdengar tetangga

"Mamah terlalu percaya! Mamah terlalu melebih-lebihkan, mana buktinya mah? Mana" Tanya Key dengan jengkel.

"Kamu ini anak tidak tau diri! Mamah bukannya percaya, tapi setidaknya kita menghargai nenek monyang kita!" Sudah tidak tahan, akhirnya ibu Key berteriak. Ia sudah tidak kuat menghadapi Key yang semakin hari, semakin ada-ada saja.


Key selalu seperti itu, dia tidak pernah percaya sedikitpun, apapun itu. Bahkan tidak jarang dia berfikir kenapa dia harus terlahir menjadi suku dayak, mengapa ia harus hidup di tengah-tengah orang-orang yang percaya kepada hal-hal yang mustahil. Hingga suatu saat, kemalangan menghampiri Key.

Key berlari ke dapur, sambil membawa jaket dan kunci motor yang ia ambil dari kamar kakaknya, pamit kepada ibunya dengan buru-buru. Ibunya sedang memasak nasi goreng ketika Key menghampiri.

"Mah, Key pergi dulu, ada keperluan" Setelah pamit, Key langsung bergegas pergi

"Key, sampulun dulu, besar pahuni nya ini" teriak ibu key

"Gak usah, Mah. Pahuni apaan coba? Gak ngaruh" Jawab Key dengan bodo amat

Key pergi, tanpa menuruti apa kata ibunya. Dengan santai Key mengendarai motornya, dan tiba-tiba rantai motornya putus disaat Key sedang berada dalam kecepatan di atas rata-rata, mengakibatkan Key terbelanting jauh sekitar 15 meter dari tempat kejadian. Beruntung banyak warga yang membantu dan segera menghubungi keluarganya. Key dibawa ke rumah sakit oleh warga yang menolongnya.

Keluarganya datang kerumah sakit, ibunya menangis melihat Key yang tidak berdaya terbaring di kasur rumah sakit.

"Key, kenapa kamu selalu tidak percaya nak? Kenapa kamu selalu menanggap remeh segalanya? Kamu selalu tidak mau kalau ibu suruh sampulun, dan sekarang kamu kena yang namanya  panuni nak. Kita tidak bisa mengelak, kita tidak bisa menghindar, karena ini sudah tradisi kita untuk menghormati nenek moyang kita" ujar ibu Key sambil terisak melihat Key.


Note : Kita terlalu mengganggap mereh segala sesuatu, menyepelekan segala sesuatu. Setiap suku pasti memiliki larangan masing-masing, dan untuk yang tidak percaya, siap-siap saja. Kita bukannya ingin menyembah, tapi apa salahnya jika menghormati? Karena itu adalah adat.

Rabu, 14 Februari 2018

Mencari teman dan pengalaman


Duarrrrrrrrrrrrrrr ...
Tess .. Tes .. Tes .. 1 .. 2 ..3 ... Eh kok mikrofon gak nyala? Colokin dulu sana, kerja gak becus! *eh apaan sih? πŸ˜‚

Nulis, nulis, nulis !
Semangat nulisku tiba-tiba bangkit, dan kamu tau kenapa? Karena sudah mentok deadline lagi hahahahaha ...

Wahai pembaca setiaku, aku ingin bercerita sedikit dan semoga kamu sudi membaca tulisan yang tidak berfaedah ini πŸ˜‚
Sebenarnya niat untuk menulis ini sudah ada jauh-jauh hari sebelumnya, tapi ya gitu deh, belum juga terlaksana.
Waktu awal-awal mulai Tingkat 5 ini, sudah ada terlintas dikepala mau nulis
"Besok nulis di sekolah aja deh, bikin konsep dulu" tidak terlaksana,  "eh iya, aku belum nulis, nanti aja deh, kalau kerjaan udah beres" tidak terlaksana, dan sampai lah diriku ke dalam tempat sempit ini, aku sudah tidak bisa berlari. Apakah aku diberi pilihan? Tidak! *eh kok kayak drama korea sih? πŸ˜‚
Jadi balik lagi aku ke diri sendiri, yang salah sebenarnya aku, ya aku!. Aku memang kebiasaan bersantai, menunda-nunda waktu, eh pas udah mepet baru deh bergerak.
Nah, segini saja cerita diriku yang sangat-sangat tidak berfaedah ini, dan akan menghilangkan waktumu yang berharga hahaha *tertawa jahat

Sekarang kita sampai di poin terpenting dari tulisan ini, yaitu Tantangan Tingkat 5 RCO dan ini adalah tingkat terakhir 😭 dede jadi syedih *sambil ngelap ingus.

"Malas!" mungkin itu julukan yang tepat untuk anak ingusan yang baru menginjak bangku Sekolah Menengah Atas dan kini sedang duduk manis di bangku kelas XI-IPA ini. Mau bagaimana lagi? Aku ini anak IPA berjiwa IPS πŸ˜‚ tidak suka fisika, kimia, dan matematika. Keren kan? πŸ˜‚

Kurang lebih seperti itu juga aku disaat awal-awal ikut RCO. Sebenarnya aku memang suka baca, suka sekali malah. Tapi ya gitu deh, aku emang orangnya suka nurut sama mood. Kalau mood lagi baik ya baca, kalau tidak ya tidak membaca dan perlu banyak stok cokelat dan ice cream untuk mengembalikan mood seperti semula.
Tapi, semakin lama, aku semakin menganggap membaca itu untuk hiburan, untuk menghilangkan penat, tapi aku merasa bahwa membaca itu harus, membaca itu sesuatu yang sangat diharuskan, wajib. Di temani dengan Mbak Sakifah dan Mbak Ciani, kehidupan di RCO sangat menggembirakan dan tentu mereka berdua itu jomblo hahaha πŸ˜‚.
Apalagi tantangan yang setiap tongkatnya semakin wow dan membuat anggota mungkin mengelus-elus dada masing-masingπŸ˜‚
"Bahagia" mungkin itu salah satu perasaan selama aku bergabung disini.
Mbak Sakifah dan Mbak Ciani, terima kasih atas segalanya, terima kasih untuk nasehatnya, terima kasih untuk ebook yang selalu dibagikan setiap naik tingkat, terima kasih dari hati yang sangat mendalam.
Semoga jika sudah selesai program ini, aku terus semangat membaca, terus semangat belajar.
Untuk teman-temanku yang selalu aku panggil dengan sebutan Mbak,Mas,Om, kalian itu terbaik, kalian itu hebat, berkat kalian aku belajar banyak hal, berkat kalian aku menjadi bisa.

Dan hal yang paling penting dari apapun
" Aku mencintai kalian semua ".

#TantanganRCO #ODOP #Tingkat5 #Kesan

Selasa, 06 Februari 2018

Manfaat membaca buku suku Oot Danum

Lagi-lagi tulisan yang saya tulis ini hanya sekali duduk, tidak sempat revisi karena hari ini sudah benar-benar mentok deadline nya.
Sebenarnya ini unsur kesengajaan, karena ketika sudah mentok deadline, semangat menulis saya langsung berapi-api kembali walaupun ini terkesan buru-buru.

Malam ini saya membuat tantangan kesan saya membaca buku yang ditulis oleh Abdul Fattah Bahan & Duhing Dirit Rampai dengan judul "Suku Oot Danum bara Tumbang Manange sampai Tumbang Rungan".

Kenapa saya memilih membaca buku ini?
Jawabannya sangat sederhana. Karena, berjam-jam sama mencari buku berbahasa dayak, hanya buku ini yang saya dapatkan. Hahahahaha *tertawa jahat.
Tapi, setelah saya selesai membaca buku ini, saya terkagum-kagum, tulisan didalamnya indah sekali dan yang pasti karena ini adalah buku Tambun Bungai, buku suku dayak oot danum, yaitu buku suku tetangga kami.

Manfaat membaca buku ini benar-benar banyak sekali, yang mungkin orang suku lain tidak akan tau apa itu.

Buku ini menceritakan tentang Suku Oot Danum, dan kamu adalah Suku Dayak Ngaju. Sebagai orang Dayak Ngaju, saya merasa setelah saya membaca buku ini, pengetahuan saya tentang suku mereka bertambah. Saya juga banyak belajar setelah membaca buku ini, saya tau kebiasaan mereka, saya tau kehidupan mereka seperti apa, dan saya tau suku mereka seperti apa.

Mungkin sampai sini dulu, tulisan saya. Jika penasaran, silahkan membaca sendiri hehehehe
Selamat malam

#TantanganRCO #ODOP #Tantangan4